Hidup Antara Syukur dan Sabar
Pernahkah kita berpikir bahwa segala peristiwa yang terjadi dalam kehidupan ini pada hakikatnya merupakan ketetapan dari Sang Maha Kuasa? Tidak ada satu pun yang terjadi secara kebetulan, karena setiap peristiwa memiliki hikmah dan pelajaran yang tersimpan di baliknya. Jika kita mampu merenungkannya lebih dalam, mungkin hati kita akan lebih mudah menerima segala ketentuan yang telah ditakdirkan.
Sebagai seorang hamba, ketika diberi kenikmatan hendaknya kita menyikapinya dengan rasa syukur, dan ketika diberi ujian hendaknya kita menghadapinya dengan kesabaran. Syukur menjadikan nikmat terasa lebih berarti, sedangkan sabar menjadikan ujian terasa lebih ringan untuk dijalani. Dengan dua sikap inilah seseorang akan lebih tenang dalam menghadapi realitas kehidupan.
Syukur dan sabar memang memiliki makna yang berbeda, namun pernahkah kita menyadari bahwa yang memberikan anugerah dan yang memberikan ujian adalah Zat yang sama, yaitu Allah SWT? Terkadang kita merasa kecewa ketika sesuatu yang sangat kita harapkan belum tercapai, atau bahkan berjalan tidak sesuai dengan apa yang kita bayangkan.
Namun, jika kita renungkan lebih dalam, keinginan yang diganti dengan sesuatu yang lain mungkin bukanlah bentuk penolakan, melainkan bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya. Bisa jadi apa yang kita inginkan belum tentu baik bagi kita, sedangkan apa yang Allah pilihkan mengandung kebaikan yang belum mampu kita pahami saat ini. Maka, pantaskah kita mengeluh atas pilihan-Nya?
Begitu pula ketika kita diuji dengan berbagai persoalan kehidupan. Pada hakikatnya, yang memberikan ujian dan yang menyediakan jalan keluar dari ujian tersebut adalah Zat yang sama. Oleh karena itu, yang perlu kita perhatikan bukanlah seberapa berat ujian yang kita hadapi, tetapi bagaimana cara kita menyikapinya. Apakah kita akan menghadapinya dengan kesabaran dan keyakinan, atau justru tenggelam dalam keluhan?
Hidup memang akan selalu berjalan di antara syukur dan sabar. Ketika nikmat datang, syukur adalah jalan terbaik untuk menjaganya. Ketika ujian datang, sabar adalah kekuatan untuk melewatinya. Sebab seseorang yang mampu menjaga syukur dan sabarnya akan menemukan ketenangan dalam menjalani kehidupan.
Komentar
Loading comments…